July 11, 2013

Phobia atau yang dalam ejaan bahasa Indonesia disebut fobia adalah rasa takut terhadap sesuatu, baik itu sesuatu itu hewan, tumbuhan, ataupun benda lainnya, baik benda itu menyeramkan ataupun pada dasarnya tidak menyeramkan sama sekali. Contohnya: fobia pada kucing (Ailurophobia), fobia pada wanita (Gynephobia), fobia pada bunga (Anthrophobia), dll. Fobia juga bisa disebabkan karena kondisi atau situasi tertentu seperti fobia pada ketinggian (Acrophobia), fobia pada kegelapan (Achluophobia), fobia pada keramaian (Enochlophobia), dll. Fobia tidak mengenal jenis kelamin, pria dan wanita memiliki chance yang sama untuk mengidap sebuah fobia. Dan khusus dalam tulisan kali ini saya akan membahas tentang Trypophobia. 

Apa itu Trypophobia? Trypophobia adalah rasa takut pada sekumpulan lubang. Seperti lubang-lubang kecil yang terdapat pada tanaman, seperti kepala bunga teratai atau gelembung dalam adonan kue. Bisa juga seperti lubang-lubang pada sarang lebah, atau seperti tonjolan-tonjolan pada kulit seseorang yang terkena penyakit sifilis, atau pada kulit yang terkena luka bakar, yang semua itu mampu menghadirkan trypophobics berupa kegelisahan secara ekstrim, sehingga mampu memicu reaksi seperti merinding, kulit gatal, mual dan perasaan tidak nyaman. Trypophobia bukan fobia resmi yang diakui dalam literatur ilmiah. Bagi sebagian orang yang memilikinya, mereka mungkin tidak menyadarinya sebagai bentuk fobia yang nyata, meskipun sebenarnya mereka merasakan rasa gelisah dan ketidaknyamanan tersebut. Sebagai tambahan, Trypophobia adalah salah satu dari sejumlah ketakutan yang dialami oleh sebagian orang dengan tingkat ketakutan yang berbeda-beda. 

Saya sendiri sengaja tidak menampilkan contoh gambar dari trypophobia karena saya juga penderita trypophobia. Jika anda penasaran ingin melihatnya, sila Go To Google Images kemudian ketik keyword "trypophobia." Jika anda merasakan ciri-ciri yang ada di atas, maka anda sama seperti saya. Ingat ya, kata kuncinya trypophobia bukan typophobia. Kalau typophobia itu fobia/takut akan salah kelik, eh salah ketik maksudnya, duh typo kan :p
Setelah sebelumnya saya memposting tentang Belajar Dari Ayam dan Kucing, sekarang saya masih akan membahas sebuah pelajaran yang bisa kita ambil dari alam sekitar, dan ini masih terilhami dari perkataan bapak saya. Kali ini saya akan bercerita tentang pohon kelapa. Kalian pasti tau dan sering melihat pohon kelapa di pinggir jalan atau di kebun sekitar rumah kalian kan. Kalian tentu juga tau persis seperti apa pohon kelapa itu, ya kan? Tapi apakah kamu pernah berfikir apa pelajaran yang dapat kita ambil dari sebuah pohon yang batangnya keras, tumbuhnya lama, dan memiliki buah yang keras pula? Jika anda ingin tau, mari kita simak penjelasan berikut.

Bapak saya pernah bilang, "Tirulah pohon kelapa." Saya agak kurang ingat persis pohon apa yang dibandingkan dengan pohon kelapa, kalo pengen tau tanya aja langsung ke bapak ane gan :p, yang pasti beliau tekankan adalah untuk meniru pohon kelapa. Ada apa dengan pohon kelapa? Ya, sekilas bila kita melihat pohon kelapa, yang terbesit di pikiran kita adalah sebuah pohon tinggi menjulang tanpa daun yang rindang. Waktu saya masih bocah, ketika bermain di kebun bersama teman2, saya sering berkata pada teman2, "wah ada buahnya gak ya, manjat yuk!" Ya, meskipun pohon kelapa ini terlihat gersang dan memiliki penampilan yang tidak terlalu bagus, tetapi ia memiliki buah yang pasti semua orang suka. Apakah kalian pernah berfikir, dari pohon yang terlihat gersang itu dapat menghasilkan buah yang airnya saja memiliki rasa yang enak, apalagi daging buahnya. Pernah minum es kelapa muda kan? :D seger bro, apalagi pas diminum siang-siang (eh lagi puasa ya) :D Kalian pernah berfikir gak gimana caranya air kelapa itu masuk ke dalam batok kelapa padahal buah kelapa itu punya serabut dan batok yang kuat? Dah jangan dipikirin, tau beres aja, percaya aja kalo itu semua kekuasaan Allah :D

Buah kelapa, selain memiliki rasa yang enak, juga memiliki manfaat lainnya. Konon katanya, air kelapa memilik banyak manfaat, juga daging buahnya. Batoknya bisa dijadikan arang (bahan bakar), serabutnya juga bisa dijadikan bahan bakar untuk memasak, kalo yang tinggal di kampung pasti tau ini. Dilihat dari pohonnya yang tinggi kekar, batang pohon kelapa yang begitu keras dan kuat, jika kita tebang, maka batang tersebut bisa dijadikan sebagai jembatan, biasanya di jalan2 kampung, tentunya jembatan kecil bukan jembatan besar, daunnya juga bisa untuk bahan bakar memasak (saya sering mainin ini di rumah mbah saya di jawa).  Begitu banyak manfaat yang bisa diambil oleh manusia dari sebuah pohon kelapa.

Lebih jauh lagi, bapake bilang, "Lihat itu pohon kelapa, batangnya lurus tidak bercabang." Saya sempat berfikir apa maksudnya? Beliau menjelaskan, "Pohon yang batangnya lurus (tidak bercabang) biasanya adalah pohon yang buahnya tidak mengenal musim (tidak musiman). Sedangkan pohon yang bercabang biasanya memiliki musim (panen pada saat tertentu). Saya berfikir, oh iya juga ya. Kelapa itu berbuah kapan aja, tak kenal musim, mau musim kemarau atau pun hujan, pohon pepaya juga demikian, batangnya lurus dan tidak bercabang. Sedangkan pohon yang batangnya bercabang, biasanya memiliki musim, contohnya: mangga, rambutan, dukuh, jeruk, dlsb. Dia bilang, dari sini dapat diambil pelajaran, bahwa jika kita hidup lurus-lurus aja (dalam artian memiliki keteguhan dalam berprinsip, berpegang pada jalan yang lurus) maka kita senantiasa akan bermanfaat untuk orang lain dan juga untuk kita sendiri. Selain itu, akarnya kuat, mencengkram lapisan tanah, sehingga tidak mudah goyah ditiup angin, menandakan jika kita hidup harus memiliki pegangan yang kokoh agar gak mudah disesatkan orang lain. Buahnya yang dilapisi serabut dan juga batok, melindungi daging beserta air kelapa agar tidak mudah dimakan binatang yang tidak bertanggung jawab. Kalo kita lihat pohon mangga biasanya sebelum sempat kita ambil buahnya ketika sudah matang itu biasanya udah dimakan codot duluan :( Itu menandakan bahwa buah kelapa melindungi harta dan kehormatan yang ia miliki dari orang lain yang tidak bertanggung jawab. Dan lagi, dulu di rumah saya pernah punya pohon mangga dan rambutan, sebelum musimnya berbunga, pasti banyak hama ulat bulu, pohon kelapa mana ada ulat bulu? :D

Dari perumpamaan di atas, dapat disimpulkan bahwa pohon kelapa, yang memiliki bentuk/rupa yang tidak terlalu bagus dan daun yang lebat malah memiliki manfaat yang banyak, mulai dari batang, daun hingga batoknya dapat dimanfaatkan oleh manusia. Itulah mengapa jangan selalu melihat seseorang itu dari luarnya saja, tapi lihat juga sisi dalamnya yang tidak terlihat oleh kita. Halah bijak banget si :p

Semoga cerita di atas dapat memotivasi agar dalam hidup ini kita ambil jalan yang lurus-lurus aja, jangan ke jalan yang aneh-aneh. Thanks for reading!

_________________________________
Baca juga:
- Mangkuk Rezeki 
- Seperti Apa Jodoh Kita? 

"Look around and learn a lot!" Tuhan menciptakan alam ini untuk manusia sungguh dengan tidak sia-sia. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari alamNya yang luas dan indah ini. Mulai dari hewan, tumbuhan, serta hukum alam yang sudah menjadi sunnatullah. Betapa banyak pepatah, puisi, serta kata-kata mutiara yang diilhami dari alam sekitar kita. Nah, kali ini saya akan berbagi sebuah pelajaran yang mungkin dapat kita ambil dari 2 ekor hewan. Pelajaran tersebut saya dapat dari bapak saya.
Pertama, bapak saya pernah berkata: "Contohlah ayam, jangan contoh kucing!" Ayam, sebagaimana kita tau adalah hewan yang sering membangunkan kita di pagi hari. Ya, bahkan sebelum subuh pun ayam ini sudah bangun. Katanya sih karena ayam ini melihat malaikat turun dari langit untuk mengabulkan do'a orang yang sedang berdoa dan sholat tahajud. Di pagi harinya, ayam keluar kandang sambil membawa anak-anaknya mencari makan. Ia pulang ke kandang sebelum matahari terbenam, tanpa disuruh oleh sang empunya. Induk ayam akan marah jika anak-anaknya diganggu, begitu juga ketika telurnya diganggu gugat. Ayam, biasanya, ketika dikasih makan berbarengan dengan ayam-ayam lainnya tidak pernah berkelahi (ada sih yang berkelahi, tapi jarang, namanya juga hewan :p). Coba aja kalo kalian melihara banyak ayam, terus kasih lempar beras, pasti langsung mereka makan itu beras tanpa kelahi satu sama lain. Bapak saya melanjutkan, meskipun daging dan telur ayam terus menerus dikonsumsi oleh manusia, tapi jumlah populasi ayam di dunia ini tidak surut. Dimana-mana kita bisa temukan ayam. Nah, dari sini dapat diambil pelajaran, jadilah orang ya selalu bangun pagi, dan pulang sebelum matahari terbenam. Bekerja di siang hari, dan gunakan malam sebagai waktu istirahat. Oke, mungkin ini bertolak belakang dengan diri saya, yang sejak beberapa tahun terakhir sering tidur larut malam dan sering tidur lagi setelah sholat subuh :p. Jadilah orang yang selalu bersyukur dengan apapun yang Allah kasih kepada kita, kalo cuma dikasih makan beras ya disyukuri aja, jangan malah berantem. Kalo udah usaha cari rezeki tapi cuma dapet sedikit juga disyukuri, toh masih ada hari esok. Jadilah ayam, yang bermanfaat bagi orang lain, karena dengan begitu tidak akan membuatmu rugi, bahkan menguntungkanmu. Itu kata bapake (ngapak dikit :p).

Hewan selanjutnya yang dibandingkan dengan ayam adalah kucing. Ya, siapa coba yang tak kenal kucing? Sebagian orang (especially cat lovers) sangat menyukai kucing. Mereka bahkan rela mengeluarkan uang untuk membeli seekor kucing yang cantik, imut dan manis untuk dipelihara, tentu dengan biaya merawat yang tidak sedikit pula. Untuk apa mereka pelihara kucing mahal-mahal padahal dagingnya tidak bisa dimakan. Kalo dibandingkan dengan ayam, ayam ini tampangnya gak ada yang imut, tapi banyak orang pelihara, karena menguntungkan untuk dijual lagi dan untuk konsumsi. Anak ayam, ketika baru lahir, ada yang langsung bisa jalan, anak kucing mana bisa? Hehe, matanya aja masih merem pas baru lahir. Bagian tubuh manapun dari ayam bisa dikonsumsi/digunakan oleh manusia, dagingnya dimakan, bulunya bisa untuk kemoceng, cekernya bisa dibikin soto, jeroannya bisa dibikin sate, bahkan kotorannya bisa jadi pupuk alami untuk tanaman. Kotoran kucing mana bisa? :D Kotoran kucing cuma jadi ranjau  berbahaya bagi anak kecil yang suka main di pasir :( Selain itu, kita juga mengenal bahwa kucing ini adalah hewan yang doyan tidur, bangunnya selalu siang, kadang jam 9 pagi baru bangun (kecuali pagi-pagi buta majikan udah masak ikan/ayam goreng :p). Malah, terkadang, di malam hari kita suka dengar kucing berantem sama temennya, berantemnya itu bisa karena makanan ataupun karena pasangan :p. Udah tau malem orang pada tidur eh mereka malah berisik. Lebih parah lagi, terkadang ibu kita udah masak ikan goreng enak-enak eh karena lupa ditutup pake tudung saji malah diambil kucing tuh ikannya. Kucing kalo udah dapet makan, dia langsung cari tempat yang tersembunyi untuk makan hasil curiannya, agar tidak ketauan sama teman-temannya, pelit banget nih kucing -_-. Dan terakhir, bapake bilang, meskipun daging kucing gak pernah ada yang makan, tapi populasi kucing di dunia ini lebih sedikit daripada populasi ayam. Itulah kenapa makanya orang yang pelit, suka bikin masalah, dan yang suka malas2an itu selalu merugi.

Perumpamaan di atas hanyalah sebagian kecil dari tanda-tanda kebesaranNya yang telah memberikan pelajaran yang dapat kita ambil dari alamNya. Namun, dengan tulisan ini, bukan berarti kita tidak boleh memelihara kucing loh ya, melihara kucing boleh-boleh aja kok, Nabi kita juga suka melihara kucing. Bahkan Abu Hurairah, sahabat nabi juga melihara kucing, bahkan dijadikan nama kunyah nya (Abu Hurairah = Bapaknya Kucing). Dan juga, karena bapak saya juga bukan seorang ustadz, jadi pendapat beliau di atas bisa diterima atau ditolak, tapi setidaknya masuk akal/logika kita. Betul gak? Semoga bisa memotivasi.

_________________________________ 
Baca juga:
- Belajar Dari Pohon Kelapa
- Mangkuk Rezeki 
- Seperti Apa Jodoh Kita?

July 10, 2013

Setelah sebelumnya saya memposting tentang bagaimana cara Membuat Nomor Halaman Berbeda Posisi Dalam Satu File di Ms.Word, kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana membuat Daftar Isi/Table of Content dengan cara yang efektif dan mudah. Sebagaimana diketahui, daftar isi/table of content sangat diperlukan bahkan diwajibkan dalam membuat suatu makalah/tulisan ilmiah. Karena melalui daftar isi tersebut akan mempermudah para pembaca yang membaca makalah/tulisan kitaketika ingin melihat apa saja konten yang terdapat dalam makalah/tulisan kita. Namun, banyak sebagian dari kita masih bingung tentang bagaimana membuat daftar isi secara efektif tanpa harus membuatnya dengan cara manual (diketik sendiri oleh kita), padahal Ms.Word 2010 telah menyediakan tools yang mempermudah kita untuk membuatnya. Maka dari itu, saya tertarik untuk membuat tulisan ini agar teman-teman yang belum paham menjadi lebih mudah dalam membuat sebuah daftar isi dalam sebuah file.

Oke sekarang kita langsung masuk ke langkah-langkahnya:
  1. Pastikan setiap bab/chapter, subbab, dan sub subbab menggunakan "Headings" dalam format penulisannya agar lebih terlihat rapih dan terorganisir. Menggunakan heading juga nantinya akan berpengaruh dalam langkah selanjutnya dan menjadi kunci penting dalam membuat daftar isi ini. Cara menggunakan Headings:Arahkan kursor pada teks yang ingin dijadikan Headings, untuk judul chapter  (misal Chapter I) kita gunakan Heading 1. [Lihat Gambar 1]
  2. Kemudian untuk subbab, kita gunakan Heading 2. [Lihat Gambar 2]
  3. Untuk sub subbab kita gunakan Heading 3. [Lihat Gambar 3]
    Untuk sub dari sub subbab seterusnya gunakan Heading 4, atau tidak masalah jika tidak menggunakan Heading.
  4. Langkah berikutnya adalah, arahkan kursor ke halaman paling akhir (yang masih kosong) dari file makalah kamu. Gunakan "Page Layout > Breaks > Next Page" untuk membuat halaman baru pada bagian paling akhir dari file kamu, hal tersebut akan berpengaruh pada tahap berikutnya. [Lihat Gambar 4]
  5. Lalu pilih tab menu References > Table of Contents > Lalu pilih salah satu yang kamu suka. Maka dengan begitu kamu telah selesai membuat sebuah Daftar Isi. [Lihat Gambar 5]
  6. Tidak selesai sampai disitu. Jika makalah yang kamu buat adalah dalam bahasa Indonesia, kamu bisa mengubah judul Table if Content tersebut menjadi "Daftar Isi." Jangan lupa sesuaikan huruf dengan jenis huruf dan ukuran yang diwajibkan oleh dosen/guru kamu, karena default font and size akan dari Ms.Word adalah Calibri 11. Kamu juga bisa mengubah spasi dari daftar isi kamu sesuai dengan yang kamu inginkan atau sesuai dengan yang diwajibkan oleh dosen/guru kamu.
  7. Terakhir, dan ini penting, nomor halaman pada halaman daftar isi kamu akan mengikuti/melanjutkan dari halaman sebelumnya. Misal dalam file kamu, daftar isi berada pada halaman ke-52, maka otomatis nomor halaman daftar isi kamu juga 52 [Lihat Gambar 6]. Untuk menggantinya, arahkan kursor pada nomor halaman, lalu klik 2x (langkah ini telah dibahas lengkap dalam postingan sebelumnya). Pada menu Design Header & Footer Tools, centang option "Different First Page", maka otomatis angka 52 pada halamanmu akan hilang. Lalu, pastikan untuk menon-aktifkan option "Link To Previous" [Lihat Gambar 7]. Karena biasanya nomor halaman pada daftar isi, kata pengantar dan lain sebagainya menggunakan i, ii, iii dan seterusnya, maka kita ubah format page numbernya dengan cara: Page Number > Format page Number > Pilih i, ii, iii, ... > dan jangan lupa untuk memilih menu "Start at: i." [Lihat Gambar 8]. Sampai disini selesai sudah kamu membuat daftar isi.
  8. Dengan begitu, daftar isi yang kamu inginkan telah selesai, mudah bukan? Daripada harus mengetik manual. Dan kelebihan dari cara ini dibanding dengan cara manual adalah jika suatu saat kamu mengedit isi dari file kamu, maka daftar isi ini akan otomatis mengikuti hasil editan terakhir kamu, tentunya dengan cara kamu men-klik "Update Table" terlebih dahulu yang terdapat pada bagian atas Table of Content. [Lihat Gambar 9]
Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Gambar 5

Gambar 6

Gambar 7

Gambar 8

Gambar 9

Semoga bermanfaat. If there's a question, please leave a comment below! Thanks.

_________________________________
Baca juga:
- Membuat Orientasi Layout Berbeda Dalam Satu File

Di awal bulan Ramadhan kali ini saya akan mencoba berbagi tips yang saya ketahui tentang bagaimana cara membuat nomor halaman dengan posisi yang berbeda dalam satu file di Ms.Word. Dan Office Word 2010 (versi Ms.Word yang saat ini saya gunakan) sudah menyediakan sebuah tools yang berfungsi untuk itu.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam membuat suatu makalah ilmiah semisal skripsi dan ataupun proposal, atau tugas-tugas kuliah lainnya, mewajibkan kita untuk membuat nomor halaman agar tulisan atau makalah yang kita buat terlihat rapih dan memenuhi syarat sebagai suatu makalah ilmiah. Lebih lagi, untuk proposal ataupun skripsi, biasanya (bahkan diwajibkan) untuk nomor halaman pada setiap awal bab/chapter berada di posisi tengah bawah (bottom-middle), berbeda dengan halaman-halaman yang lain yang berada posisi normal yaitu di kanan atas (top-right).

Oke sekarang saya akan bahas langkah-langkahnya:
  1. Oke di tahap ini kita anggap seluruh isi file sudah selesai diketik hanya tinggal membuat nomor halaman saja. (Dengan syarat seluruh bab/chapter berada dalam satu file).
  2. Tahap yang paling penting adalah ketika kalian memulai bab/chapter baru dalam satu file, pastikan kalian menggunakan tools berikut:
    Page Layout > Breaks > Next Page [Lihat Gambar 1]
    (hanya untuk bab/chapter II dan seterusnya, karena bab/chapter berada di halaman pertama).
    Dan hasilnya bisa dilihat seperti di Gambar 2. Jadi, kita tidak perlu menekan tombol "Enter" terus menerus jika ingin meletakkan tulisan "Chapter II" tersebut ke halaman berikutnya. [Lihat Gambar 2]
  3. Go to Insert > Page Number > Top of Page > Pilih yg Plain Number 3. Sampai di tahap ini semua nomor halaman file kamu berada di kanan atas.
  4. Jangan lupa untuk mengubah jenis dan ukuran huruf dari nomor halaman tersebut. Karena biasanya jenis dan ukuran huruf default dari Office Word itu Calibri 11. Ubah sesuai ukuran yg diwajibkan oleh dosen kamu, bisanya untuk skripsi menggunakan Times New Roman 12.
  5. Sekarang saatnya mengubah posisi semua nomor halaman di setiap bab/chapter menjadi di tengah bawah. Kita mulai dari bab/chapter I dulu ya, dengan cara mengklik 2x nomor halaman hingga terlihat seperti ini [Lihat Gambar 3] kemudian ikuti langkah berikut:
    Pada menu Design (Header & Footer Tools), checklist (centang) option "Different First Page." Maka otomatis nomor halaman pada halaman tersebut akan hilang, kemudian saatnya kita tambahkan nomor halaman menjadi di posisi tengah bawah dengan cara:
    Page Number > Bottom of Page > Plain Number 2 [Lihat Gambar 4]
  6. Lakukan langkah seperti pada Tahap 5 di atas untuk bab/chapter II dan seterusnya. Pastikan tombol menu "Link To Previous" tetap pada posisi aktif, agar urutan nomor halaman tidak berubah. [Lihat Gambar 5]

Gambar 1
Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Gambar 5

Sekian tips dari saya di atas, semoga bermanfaat. Nantikan tips menarik lainnya. If there's a question, please leave a comment below!
Source: Pengalaman pribadi

_________________________________
Baca juga:

June 14, 2013

Here I wanna make a clarification about what is happening now. I was thinking twice whether I want to respond your question or not. But now I decided to answer it just to make sure it won't lead to misunderstanding, even I do this on social media. Your friend might consider me as a loser, but I can say here that it’s all I can do. Whoever your friend who helped you to find and see my tweets, I just don’t care. I don’t mind, as my twitter is set unlocked. I don't wanna investigate who he/she is, I'm not Sherlock Holmes. Yet, opinions are still my own. Well, first, I do apologized for my inappropriate tweets couple weeks ago. Let me tell you that some bad words of my tweets are just song lyrics, and it wasn’t addressed to you. FYI, Alesana is one of my favorites bands. Second, if you thought that I was stalking your fb account it was definitely wrong. I never did it as I set your fb account not to appear on my fb timeline. My another fb account, which contains a word “serenade” is no longer under my control. I made that account in around the beginning of 2010 as my current fb account didn’t work so I made that account. But, as my current fb account came back (also in 2010), I no longer use that ‘serenade’ anymore. So, what you’ve been thinking recently is just wrong and it is a misunderstanding.

I also want to declare that I’ll no more respond your question (or what you say as “care”). I have been so frustrated and suffering of thinking what I had done was right or wrong. I was nothing in that situation, in the environment of your workplace, and so on, hope you can understand what I mean. Love might not recognize any status, age, and so on, but it was my rights to decide as I wasn’t comfortable in the situation. I also realize that the way I decided to break up in that time was so wrong and it makes problem in further time. Like a bird that couldn’t fly with only a single wing, this can’t go on. People might think that my ‘way’ was only to get any ‘benefits’ from you. It is just because they don’t know about me. They just see me from the outside. But, it is just too late, they all have known this and the misunderstanding had been built up.


Okay, I think this is the last time I could respond any question from you. I pray for the God anything good for you. Then I will focus on my study and my career, so do you. I hope you can find better life after this, and also a good guy. I learned a lot from this, and I realized that thinking about this continuously will just make the situation worse. I’ll keep the tweet of the post link at the top place of my TL just to make sure you and your friend can read it. I’ll also tag it in Favorites. This is important, if someday you find any bad tweets with bad words on my TL, it won’t be about you, for sure. So don’t be so sensitive. Last, some people say that a story will be not good if it has no ending. Now, we know how it ends. I think it is better for us. If I were a director, I would make a movie from this story. Thanks for everything. Goodbye and success for you.


November 17, 2012

Orang bilang jodoh kita nanti itu tidak jauh sifatnya dari kepribadian kita. Sebagian lagi berkata, laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik dan laki-laki yang buruk untuk perempuan yang buruk. Lalu, seperti apa jodoh kita nanti? Buat yang masih galau memikirkan jodohnya cobalah untuk tenang dan jangan sampai lupa makan :p Allah sudah menentukan untuk tiap-tiap jiwa jodohnya masing-masing, jadi kita tidak perlu khawatir tidak kebagian 'pasangan hidup'. Setiap wanita adalah tulang rusuk yang hilang dari kekasihnya. Sudah menjadi kodrat manusia untuk mencintai dan dicintai. Mulai dari kita beranjak dewasa (masa puber) hingga nantinya menikah, entah berapa banyak lawan jenis yang kita telah jatuh cinta kepadanya. Mulai dari intensitas dan level cinta yang biasa-biasa saja (cinta monyet) hingga cinta yang teramat dalam sehingga kalau cinta itu ditolak sakitnya bisa sampai bertahun-tahun membekas.

Saat ini aku berada di masa dimana seseorang lelaki dikatakan sudah boleh mempersunting seorang wanita. Namun untuk melakukannya bukan hal yang mudah. Setiap lelaki mempunyai tanggung jawab untuk menafkahi anak dan istrinya kelak. Karena saat ini aku belum memiliki pekerjaan, maka untuk menikah pun rasanya hal yang tidak mungkin untuk saat ini. Namun aku tetap bertekad untuk segera menyelesaikan studi dan kemudian mencari pekerjaan. Aku percaya bahwa di suatu tempat entah di mana, ada seseorang yang menunggu kedatanganku untuk melamarnya. Dan aku tidak ingin bermain-main lagi dengan 'cinta monyet' sampai akhirnya aku menemukan bidadariku.

Siapapun pasangan hidup kita kelak, tak bisa dipungkiri bahwa ia adalah seseorang yang telah ditakdirkan bagi kita untuk hidup bersama. Jagalah ia, dan jangan engkau sia-siakan.

NB: Lagi galau, harap maklum :p

_________________________________
Baca juga:
- Tipe Manusia Ketika Meminta Jodoh
- Mangkuk Rezeki 
- Belajar Dari Pohon Kelapa

Go to LFC Indonesia website Go to Liverpool FC website