July 12, 2013


Makan sahur biasa dilakukan oleh setiap Muslim di malam hari sebelum melakukan ibadah puasa di siang harinya. Biasanya hal ini dilakukan sebelum adzan shubuh berkumandang. Makan sahur dapat memperkuat tubuh dan menambah energi agar kita tidak merasa lemah ketika menjalankan ibadah puasa sehari penuh. Namun, lebih dari itu, makan sahur ternyata sangat dianjurkan oleh Nabi kita Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan makan sahur juga memiliki banyak keutamaan, diantaranya:

  1. Makan sahur adalah barokah.
    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
    "Sesungguhnya Allah menjadikan barokah pada makan sahur dan takaran" [Hadits Riwayat As-Syirazy (Al-Alqzb)]
    Dan beliau bersabda:
    "Makan sahurlah kalian karena dalam sahur ada barakah" [Hadits Riwayat Bukhari 4/120, Muslim 1095 dari Anas]
    Dalam makan sahur juga (berarti) menyelisihi Ahlul Kitab, karena mereka tidak melakukan makan sahur.
    "Pembeda antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab adalah makan sahur" [Hadits Riwayat Muslim 1096]

  2. Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.
    Beliau bersabda:
    "Sahur adalah makanan yang barakah, janganlah kalian tinggalkan walaupun hanya meminum seteguk air karena Allah dan Malaikat-Nya memberi sahalawat kepada orang-orang yang sahur" [Hadits Riwayat Ibnu Abi Syaibah 2/8, Ahmad 3/12, 3/44 dari tiga jalan dari Abu Said Al-Khudri. Sebagaimana menguatan yang lain]
    Dan makanan utama yang dianjurkan ketika sahur adalah buah kurma.
    "Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah korma" [Hadits Riwayat Abu Daud 2/303, Ibnu Hibban 223, dll]


    Barangsiapa yang tidak menemukan korma, hendaknya bersungguh-sungguh untuk bersahur walau hanya dengan meneguk satu teguk air, karena keutamaan yang disebutkan tadi, dan karena sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: "Makan sahurlah kalian walau dengan seteguk air."

  3. Mengakhirkan sahur.
    Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar, karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit Radhiyallahu 'anhu melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bangkit untuk shalat subuh, dan jarak (selang waktu) antara sahur dan masuknya shalat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di Kitabullah.
    Anas Radhiyallahu 'anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu 'anhu: "Kami makan sahur bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian beliau shalat" Aku tanyakan (kata Anas), "Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?" Zaid menjawab, "kira-kira 50 ayat membaca Al-Qur'an"[Hadits Riwayat Bukhari 4/118, Muslim 1097]


Oleh karena itu, hendaknya kita biasakan selalu makan sahur sebelum melakukan ibadah puasa. Karena dengan melakukannya kita akan mendapatkan keutamaan-keutamaan seperti yang telah disebutkan di atas. Keberadaan sahur sebagai barokah sangatlah jelas, karena dengan makan sahur berarti mengikuti sunnah, menguatkan dalam puasa, menambah semangat untuk berpuasa dan membuat orang yang puasa tersebut tidak terlalu terbebani oleh ibadah puasa dan merasa ringan menjalankannya.

Selengkapnya: Source, Main Source

_________________________________
Baca juga:
- Do'a Berbuka Puasa Yang Benar

Categories: ,

0 comments:

Post a Comment

Go to LFC Indonesia website Go to Liverpool FC website