Showing posts with label For Fun Only. Show all posts
Showing posts with label For Fun Only. Show all posts

October 7, 2013

Apa yang Anda fikirkan ketika ada seorang pria joget-joget gak jelas dengan iringan lagu yang salah satu liriknya berbunyi “asik asik joss”? Apa juga yang Anda fikirkan ketika acara tersebut ditayangkan hampir tiap malam di sebuah stasiun TV swasta di Indonesia? Pastinya Anda gumoh dan bosan bukan? Saya juga. Tapi ada satu hal yang saya dapat ambil dari sudut pandang yang berbeda darinya…

Bukan anak saya
Siapa yang tidak kenal Goyang ala Caisar atau Caesar atau Kaisar atau siapalah namanya itu, yang sedang menjadi sebuah fenomena belakangan ini? Sudah pasti sebagian Anda mengetahuinya. Mungkin hanya saya yang baru tau hal tersebut sebulan terakhir ini karena ketika acara ini ditayangkan sekiar bulan puasa yang lalu, saya gak pernah menontonnya karena memang gak pernah nyetel TV pas sahur -_-

Salah satu yang saya ingat dari pria yang bernama Caisar tersebut adalah ia selalu mengatakan “Keep Smile” sebelum memulai jogetnya. So, apa kira-kira korelasi antara goyang ala Caisar tersebut dengan tulisan ini? Saya sebetulnya ingin menggaris bawahi kata Keep Smile tersebut, yang terjemahan kasar salam Bahasa Indonesianya adalah “tetaplah tersenyum.” Di luar goyangan enerjiknya yang absurd itu, Caisar (dengan perkataan Keep Smile-nya) mampu -setidaknya- menyadarkan saya bahwa di dalam situasi sesulit apapun dalam hidup ini, kita harus tetap tersenyum.

Contohnya ketika Anda menyukai seorang wanita namun cinta Anda ditolak mentah-mentah, tersenyumlah. Ketika tanggal tua, gajian belum turun tapi harus bayar ini itu, tersenyumlah. Ketika tugas sekolah/kuliah menumpuk seperti gunung Krakatau yang terus bertambah tinggi setiap tahunnya, tersenyumlah. Ketika sudah melamar pekerjaan ke sana kemari tapi belum juga diterima, tersenyumlah. Ketika suami atau istri Anda, atau mungkin pacar Anda marah-marah gak jelas dan Anda pun gak tau apa salah Anda, tersenyumlah. Ketika Anda harus menyelesaikan revisi skripsi dalam jangka waktu tertentu, atau ancamannya Anda akan sidang ulang, ter… (eh nanti dulu, senyum gak ya, masalahnya saya lagi ngalamin nih… hiks).

Pokoknya sesuatu apapun itu yang membuat Anda terhalang, tersenyumlah dan buatlah langkah baru. Nikmati hidup just the way it is. Tersenyumlah, layaknya seorang anak kecil yang selalu tersenyum karena tak pusing memikirkan banyak masalah. Let it flow ajalah. Tapi maksud 'tersenyum' di sini tidak melulu bahwa kita harus selalu senyum ketika masalah datang, nanti disangka orang stress. Haha. Maksudnya anggaplah masalah itu sebagai bumbu-bumbu dalam kehidupan, bukan sebagai duri yang harus selalu disesalkan.

Anak tetangga, namanya Ola
So everyone, keep smile :) *kemudian joget*
#Absurd

_________________________________
Baca juga:
- Mangkuk Rezeki
- Hidup Tak Harus Selalu Sama
- In My Life

August 31, 2013




Berikut ini adalah beberapa tipe manusia ketika berdoa untuk meminta jodoh:

Orang yang bijaksana:
"Ya Tuhan, jika dia jodohku maka dekatkanlah. Jika bukan, maka tak mengapa asalkan dia bahagia bersamanya."

Orang yang pasrah:
"Ya Tuhan, jika dia jodohku maka dekatkanlah. Jika bukan, maka aku siap hidup tanpa mencintai."

Orang yang putus asa:
"Ya Tuhan, jika dia jodohku maka dekatkanlah. Jika bukan, maka lebih baik aku mati daripada harus menahan sakit hati ini seumur hidup."

Orang yang pantang menyerah:
"Ya Tuhan, jika dia jodohku maka dekatkanlah. Jika bukan, coba tolong di cek lagi, barangkali keliru."

Orang yang oportunis:
"Ya Tuhan, jika dia jodohku maka dekatkanlah. Jika bukan, temannya juga boleh tuh."

Orang yang maksa:
"Ya Tuhan, jika dia jodohku maka dekatkanlah. Jika bukan, please jadikan dia jodohku Ya Tuhan, please banget aku mohon!"


Just for fun :) Ada yang mau nambahin? Tulis di komen ya... :D


_________________________________
Baca juga:

August 4, 2013

Dalam bahasa Betawi, mudik itu artinya selatan, ilir itu utara, kulon artinya barat dan wetan artinya timur. Mungkin ini pengaruh bahasa Jawa atau malah orang Jawa terpengaruh Betawi. Daerah selatan umumnya kampung, makanya orang kampung disebut orang udik, kata Tukul ndeso. Kata ini kemudian menasional sehingga orang pulang kampung disebut mudik meskipun arah perjalannya ke ilir atau utara.

"Orang kampung saya di Pondok Pinang dulu pada dagang keliling dari kampung ke kampung menjual meja, bangku, papan tulis, karambol, kastop, kaca hias, kap lampu, dll. Pergi dagang itu disebut milir karena arah perjalanannya umumnya ke arah utara seperti ke Tanah Abang, Pancoran, Manggarai, dsb."

Misal ada tamu dan bertanya: "aba Lu (bapakmu) ada?." Jawabnya: "Kagak ada, lagi pegi milir (pergi dagang).
Ada lagi contoh, kalau orang punya bini (istri) dua yang satu di sebelah kiri masjid (selatan) dan yang satu lagi di sebelah kanan masjid (utara), ketika ada tamu datang dan tanya: "ada abang pok (panggilan untuk perempuan dewasa)?". Jawabnya: "kagak ada, dia lagi mudikin" (maksudnya di rumah isteri yang satu yang di selatan).

Kata udik dan ilir ini sudah tidak dipake lagi, yang pegang kebijakan kadang-kadang seenaknya saja mengubah nama kampung atau kelurahan, contoh dulu ada Pondok Cabe Ilir dan Pondok Cabe Udik, sekarang jadi Pondok Cabe Utara dan Selatan. Di tempat saya tinggal sekarang begitu juga, dulu kelurahan Sukabumi Udik sekarang udiknya diganti selatan, Sukabumi Ilir diganti jadi Sukabumi Utara. Padahal orang pulang kampung justru tetap dipake kata 'mudik' bukan 'mengutara'. Sedangkan orang mondar-mandir tetap dibilang ilir-mudik (hilir-mudik).

Yah begitulah bahase, gimane enaknye aje.
Kadang ada yang tanya: "Ust, lebaran ini mudik apa enggak?".
Saya jawab: "Mudik dong, ke Pondok Pinang".
"Ini emang bener-bener mudik karena dari rumah saya ke Pondok Pinang itu ke arah selatan."

[Sumber: Ahmad Yani, penulis Buku Islam dan Trainer Manajemen Masjid]

Diambil (isi 100%) dari status FB Novy Rostiyan


_________________________________

July 12, 2013


Maaf, keyword yang anda cari tidak ditemukan.

Satu-satunya cara yang mustahil agar skripsi anda cepat selesai adalah dengan mengerjakannya dengan baik dan benar, secepat dan setepat mungkin. Kejarlah dosen pembimbing anda kemanapun beliau berada agar revisi cepat selesai. Terakhir, banyaklah berdoa, dijamin skripsi anda cepat selesai.

peace :D

Go to LFC Indonesia website Go to Liverpool FC website