September 8, 2013

Pic source: mkp.net
Hari ini baru saja saya pulang dari kampus, seketika mama saya menyuruh saya untuk ikut daftar CPNS yang memang sedang serentak diadakan beberapa kementrian se-Indonesia. Saya beralasan bahwa ijazah belum keluar walau sudah memegang surat keterangan lulus. Beliau menimpali, "mumpung masih muda, kapan lagi bisa daftar, kalo jadi PNS gajinya gede lho, enak nanti kalo dah jadi PNS, anaknya paman ******* sudah diangkat jadi PNS tuh, enak dia sudah punya penghasilan **** juta sebulan, kamu gak pengen kaya dia?" Nah dari kata-kata ini lah saya tertarik untuk membuat tulisan yang Anda akan baca di bawah ini.

Memang perkataan mama saya tersebut tidak ada yang salah, memikirkan masa depan anaknya adalah salah satu bentuk rasa kasih sayang beliau terhadap diri saya, tetapi sedikit keliru jika kita mau untuk berpikir jernih akan sesuatu yang bernama 'takdir'. Siapapun setiap orang di dunia ini pasti ingin memiliki kehidupan yang lebih baik berupa pekerjaan dengan penghasilan tinggi, untuk kemudian bisa membeli kendaraan dan rumah yang mewah, misalnya. Saya dan mungkin Anda termasuk di dalamnya. Ibarat hidup ini hanya sekali, mengapa kita tidak hidup enak dan nyaman, begitu mungkin yang ada dalam benak kita.

Tetapi yang perlu diingat adalah bahwa Allah Yang Maha Kuasa telah menakdirkan untuk setiap jiwa rezekinya masing-masing. Manusia boleh berusaha namun pada akhirnya Allah yang menentukan. Saya paling membenci perkataan, "liat tuh si A bisa diterima di perusahaan besar, liat tuh si B udah punya penghasilan sekian juta per bulan, liat tuh si C udah diangkat jadi PNS, bla bla bla." Saya bukannya orang yang membenci kekayaan dan harta. Toh nanti jika waktunya telah tiba dan Allah menakdirkan saya untuk menjadi orang sukses, pasti saya akan jadi orang sukses (dengan izin Allah). Saya hanya benci ketika seseorang harus dibandingkan dengan orang lain. Rezeki dia biarlah dia yang punya, toh kita punya rezeki sendiri. Kita punya mangkuk rezeki sendiri. Ambilah apa yang memang menjadi bagian kita, dan jangan iri dengan porsi orang lain. Ibarat seorang narapidana di sebuah LP, yang ketika jam makan tiba satu per satu dari mereka memegang sebuah mangkuk yang kemudian diisi makanan dari wadah makanan besar oleh petugas lapas. Seperti itulah keadaan kita di mata Allah. Setiap napi (seharusnya) hanya akan melihat kepada mangkuk kepunyaannya sendiri, mangkuk orang lain biarlah orang lain yang punya. Tidak usah kita usik. Orang lain mungkin memiliki lebih banyak rezeki daripada kita, dan itu memang hak mereka, dan adalah hak Allah untuk memberi itu semua. Maka kita pun harus yakin pasti kita juga punya bagian dari kasih sayangNya.

Percaya bahwa Allah pasti akan memberi rezeki bagi setiap hambaNya yang mau berusaha adalah kunci bagi mereka yang selalu bersyukur. Jangankan kita manusia -makhlukNya yang paling sempurna-, semut saja yang sebegitu kecil dan imutnya Allah kasih rezeki kok. Jangan terlalu khawatir akan apa yang akan terjadi di masa depan. Tidak ada seseorang pun yang tau apa yang akan terjadi pada diri kita di masa depan. Boleh jadi hari ini kita miskin, payah, belum sukses, tapi di masa depan, who knows? Yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha, fokus pada apa yang kita lakukan, dengan penuh harap pada Allah Yang Maha Pemberi Rizki bahwa ia tidak akan menelantarkan hambaNya. Dan terakhir, tak perlu menjadi orang lain.

_________________________________
Baca juga:
- Hidup Tak Harus Selalu Sama
- Fenomena 'Keep Smile'
- Belajar Dari Ayam dan Kucing

September 1, 2013

Liverpool vs United
Sembari menunggu jersey Liverpool saya kering untuk dipakai saat nobar nanti malam, saya pikir tidak ada salahnya untuk membuat tulisan ini, mengingat nanti malam ada sebuah hajatan besar bagi penggemar English Premier League. Yap, hajatan besar itu adalah North West Derby. Jika Anda masih asing dengan istilah tersebut, maka membaca tulisan di bawah ini hukumnya fardhu 'ain bagi Anda.

Sepakbola Inggris tidak akan lengkap jika tidak menyajikan pertemuan antara dua rival abadi, Liverpool FC dan Manchester United. Jika Anda menganggap bahwa El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona berada di urutan pertama pertandingan rival terbesar di dunia, maka saya bisa meyakinkan Anda bahwa North West Derby berada di urutan yang ke-2.

Alasan kenapa pertandingan antara MU dan Liverpool disebut sebagai North West Derby atau Derbi Barat Laut dikarenakan dua kota markas kedua tim tersebut (Liverpool dan Manchester) berada di Barat Laut kepulauan Inggris. Liverpool berada di wilayah metropolitan county Merseyside, sedangkan Manchester berada di wilayah Greater Manchester. Kedua metropolitan county tersebut berada di official region (semacam provinsi) North West England. Jarak antara kedua kota terbilang dekat, dan hanya terpisah sekitar 48 km. (Masih jauhan Jakarta - Bandung :p)

North West England Map
Peta: North West England
Tidak ada yang dapat memastikan sejak kapan persaingan sengit keduanya dimulai. Namun, persaingan keduanya diduga dimulai dari persaingan antara industri kedua kota yang memuncak saat revolusi industri. Sejak awal revolusi industri di Inggris, setiap kota ingin menjadi lebih baik dari tetangganya dalam sisi ekonomi.

Liverpool sejak dahulu terkenal dengan pelabuhannya yang sibuk, mungkin yang tersibuk dan terbesar seantero Inggris Raya kala itu. Pelabuhan ini kemudian memberikan kehidupan bagi warga kota, seiring dengan kapal-kapal besar yang datang dan singgah di pelabuhan Liverpool (masih ingat film Titanic?). Sementara Manchester, yang tidak memiliki pelabuhan dan wilayah pantai, ramai diketahui sebagai pusat industri kapas dan tekstil. Hal ini menjadikannya sebagai kota yang modern, maju dan mandiri di Inggris. Mari kita ibaratkan kota Liverpool sebagai Jakarta dengan pelabuhan Tj. Priok nya, dan kota Manchester kita anggap sebagai Bandung yang terkenal dengan fashionnya. 

Namun pada tahun 1894, dimulailah pembangunan Manchester Ship Canal yang membuat kapal-kapal dapat memotong perjalanan mereka langsung ke wilayah Manchester tidak perlu melewati pelabuhan Liverpool. Kanal tersebut seperti semacam sungai buatan yang berhulu di muara Sungai Mersey yang melintasi kota hingga berujung di kota Manchester. Otomatis penduduk kota pelabuhan mulai berkurang penghasilannya, yang biasanya ia dapatkan dari jasa pengangkutan barang yang mereka dapatkan dari kapal-kapal yang berlabuh di Liverpool. Kesenjangan ekonomi antara penduduk kota Liverpool dan Manchester pun tak terelakkan. Hal ini membuat bibit-bibit kebencian mulai tumbuh diantara penduduk kedua kota dengan suburnya.

Manchester Ship Canal
Sebuah kapal melintasi Manchester Ship Canal
Manchester Ship Canal Route Map
Rute: Manchester Ship Canal
Tidak hanya dari sisi ekonomi, persaingan lainnya juga terjadi di bidang musik. Liverpool, seperti diketahui, merupakan tempat kelahiran The Beatles yang menjadi salah satu band paling berpengaruh di dunia musik. Manchester pun tidak mau kalah dan melahirkan band lokal lainnya seperti The Stone Roses, New Order, The Smiths, dan juga Oasis. Persaingan-persaingan tersebut pun akhirnya melebar hingga ke lapangan hijau.


Di sisi sepakbola, Liverpool lebih dulu merasakan sukses dalam rentang waktu 1973 sampai 1990-an, dengan memenangkan 11 gelar Liga Inggris plus 4 trofi Juara Eropa di tahun tersebut *ehm benerin kerah baju*. Namun, mulai musim 1993 sukses berbalik jadi milik Red Devils. Di bawah Sir Alex Ferguson, MU sukses meraih 12 gelar Premier League dan 2 trofi Liga Champions. Maka tidak heran jika di tahun 2013 ini hits Not Nineteen Forever dari The Courteeners menjadi lagu yang paling digemari oleh fans United di seluruh kolong langit.

Ketat dan tipisnya perbedaan dari jumlah piala yang dimenangkan hanya membuat kebencian dari kedua pihak suporter menjadi lebih panas. Pergesekan antar keduanya pun semakin terpercik setelah dua musim lalu MU berhasil menggeser Liverpool dari singgasana kerajaan pemilik gelar Liga Inggris terbanyak selama berpuluh tahun lamanya. Pasukan Old Trafford -hingga tulisan ini diturunkan- telah mengemas 20 trofi kasta tertinggi Liga Inggris, sedangkan The Reds perkasa dengan 18 trofinya yang kini telah penuh dengan debu dan karat *let me say this*.

Raihan keduanya jauh di atas klub-klub lainnya. Arsenal, yang terpaku di urutan ke-3 mengoleksi 13 trofi, serta Everton yang berhasil merengkuh 9 kali juara top flight liga Inggris, berada di urutan ke-4. Panasnya gengsi antara kedua tim ini pun ikut membuat tribun kedua suporter panas. Saling ejek bahkan perkelahian kecil kerap terjadi. Jika bagi Anda pindah agama merupakan hal yang sangat tercela bahkan haram, maka pindah dari seorang fans Liverpool menjadi fans United ataupun sebaliknya sama buruknya dengan pindah agama.

Fans Banner
5 times UCL vs 20 times EPL
Ryan Giggs Banner
Unfortunately, that's true :|
Persaingan kental antara klub dan suporter ternyata merembet sampai level para pemain. Steven Gerrard memiliki berbagai koleksi kostum dari berbagai klub di rumahnya, namun ia pernah bersumpah tidak akan pernah memajang satupun kostum Manchester United. Sedangkan di kubu MU, Wayne Rooney dikenal sangat tidak menyukai Merseyside Merah. Pasalnya, Wazza sudah dididik di klub sekota Liverpool, Everton, sejak kecil. Jadi pantas saja rasa kebencian itu sudah tertanam dalam dirinya. Dan Everton dalam hal ini memerankan karakter sebagai guru antagonis yang menghasut Wazza secara sempurna.

Steven Gerrard, ketika diwawancara oleh ESPN beberapa waktu yang lalu tentang alasan kenapa ia selalu mengacungkan 5 jari setelah mencetak gol ke gawang United, ia menjawab: "Saya hanya ingin mereka tahu bahwa Liverpool masih di atas mereka dengan menjuarai Piala Champions 5 kali, jadi mereka tidak usah sombong dengan trofi ke 20 Liga Inggris yang mereka raih. Saya tidak membenci mereka. Saya hanya membenci cara mereka dalam merayakan gelar ke 20, itu terlalu sombong dan menganggap kami remeh."

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa United kini adalah pemuncak daftar juara terbanyak Liga Inggris, mereka begitu superior pada dekade 90-an dan 2000-an, ketika diarsiteki Alex Ferguson. Bagi Alex, hasil ini adalah mimpinya sejak pertama ditugasi untuk melatih United. Tahun 1986, saat Alex Ferguson pertama kali ditunjuk sebagai pelatih MU, ia ditanya wartawan tentang misi utamanya di MU, dia menjawab, "menendang Liverpool dari hirarki sepakbola Inggris."

Gerrard vs Rooney
Keras!!
Carragher vs Gerry Neville
Panas!!
Tetapi dibalik semua kebencian dan persaingan yang ada, harus diketahui juga bahwa ada persahabatan erat diantara para manajer dan pemain. Manajer legendaris United, Sir Matt Busby, mengisi karir sepakbolanya di Liverpool, dan ia juga berteman baik dengan Bill Shankly yang menjadi tokoh yang selalu dihormati di Anfield. Sedangkan ketika Gerard Houllier harus dioperasi jantungnya tahun 2001, Alex Ferguson termasuk kelompok pertama yang menjenguknya di rumah sakit kala itu.

United kehilangan hampir semua pemain di tim yang dijuluki Busby Babes pada kecelakaan pesawat di Munich tahun 1958. Kecelakaan tersebut dikenal dengan Munich Air Disaster, dimana 23 pemain dan staff MU tewas akibat tragedi naas tersebut. Dan Liverpool pun meminjamkan beberapa pemainnya ke United karena insiden tersebut, sebagai rasa simpati dan kemanusiaan. Selain menyumbangkan 5 pemain utama ke MU, Liverpool juga menyumbangkan pemain reserves berapapun yang MU inginkan, dan Liverpool yang membayar gajinya. Bill Shankly saat itu mengatakan bahwa Sir Matt Busby sebagai manager yang hebat. Bill Shankly juga mengatakan kepada kubu United bahwa Liverpool siap membantu apa saja yang MU butuhkan saat itu. Setelah tragedi Munich tersebut, MU bisa melanjutkan kembali kompetisi Liga Inggris pada musim 1958-1959, itu semua karena jasa Liverpool. 

Dibalik semua memori, kenangan dan romantisme masa lalu antara kedua tim, selalu akan ada intrik dan persaingan beraroma gengsi setiap kali kedua kubu bentrok baik di Anfield maupun di Old Trafford. Terutama, di era sepakbola modern saat ini. Kartu kuning dan merah berharga sangat murah di derbi panas yang terkadang juga membuat panas wasit yang memimpin dan kita yang menontonnya ini. Keras, kasar, dan emosional menjadi ciri dari atmosfer pertandingan, namun tetap menarik untuk dilihat oleh mata manusia yang masih memiliki cita rasa akan keindahan sepakbola.

Liverpool vs MU in 2011
"Lepasin gue!"
Liverpool vs MU in 2012
Why red card, ref?
Pada akhirnya, semua memori dan hubungan yang terjalin oleh kedua tim akan dilupakan sementara selama 90 menit, saat kapten kedua tim keluar dari ruang ganti dan memimpin rekannya masing-masing untuk memulai kembali duel 'Badai Merah' tahunan di Liga Inggris. Well, sebagai seorang manusia yang masih dianugerahi akal sehat, kecerdasan dan hati nurani oleh Yang Maha Kuasa untuk memilih Liverpool FC sebagai klub idolanya, harus saya akui memang United lebih superior, setidaknya dalam dua musim terakhir dibanding kubu lawan. Tetapi hal itu tidak menghalangi saya untuk tetap lantang dan gagah saat menyanyikan chants We've Won It Five Times malam nanti.

*masih nunggu cucian yang belum kering*

August 31, 2013




Berikut ini adalah beberapa tipe manusia ketika berdoa untuk meminta jodoh:

Orang yang bijaksana:
"Ya Tuhan, jika dia jodohku maka dekatkanlah. Jika bukan, maka tak mengapa asalkan dia bahagia bersamanya."

Orang yang pasrah:
"Ya Tuhan, jika dia jodohku maka dekatkanlah. Jika bukan, maka aku siap hidup tanpa mencintai."

Orang yang putus asa:
"Ya Tuhan, jika dia jodohku maka dekatkanlah. Jika bukan, maka lebih baik aku mati daripada harus menahan sakit hati ini seumur hidup."

Orang yang pantang menyerah:
"Ya Tuhan, jika dia jodohku maka dekatkanlah. Jika bukan, coba tolong di cek lagi, barangkali keliru."

Orang yang oportunis:
"Ya Tuhan, jika dia jodohku maka dekatkanlah. Jika bukan, temannya juga boleh tuh."

Orang yang maksa:
"Ya Tuhan, jika dia jodohku maka dekatkanlah. Jika bukan, please jadikan dia jodohku Ya Tuhan, please banget aku mohon!"


Just for fun :) Ada yang mau nambahin? Tulis di komen ya... :D


_________________________________
Baca juga:

August 4, 2013

Dalam bahasa Betawi, mudik itu artinya selatan, ilir itu utara, kulon artinya barat dan wetan artinya timur. Mungkin ini pengaruh bahasa Jawa atau malah orang Jawa terpengaruh Betawi. Daerah selatan umumnya kampung, makanya orang kampung disebut orang udik, kata Tukul ndeso. Kata ini kemudian menasional sehingga orang pulang kampung disebut mudik meskipun arah perjalannya ke ilir atau utara.

"Orang kampung saya di Pondok Pinang dulu pada dagang keliling dari kampung ke kampung menjual meja, bangku, papan tulis, karambol, kastop, kaca hias, kap lampu, dll. Pergi dagang itu disebut milir karena arah perjalanannya umumnya ke arah utara seperti ke Tanah Abang, Pancoran, Manggarai, dsb."

Misal ada tamu dan bertanya: "aba Lu (bapakmu) ada?." Jawabnya: "Kagak ada, lagi pegi milir (pergi dagang).
Ada lagi contoh, kalau orang punya bini (istri) dua yang satu di sebelah kiri masjid (selatan) dan yang satu lagi di sebelah kanan masjid (utara), ketika ada tamu datang dan tanya: "ada abang pok (panggilan untuk perempuan dewasa)?". Jawabnya: "kagak ada, dia lagi mudikin" (maksudnya di rumah isteri yang satu yang di selatan).

Kata udik dan ilir ini sudah tidak dipake lagi, yang pegang kebijakan kadang-kadang seenaknya saja mengubah nama kampung atau kelurahan, contoh dulu ada Pondok Cabe Ilir dan Pondok Cabe Udik, sekarang jadi Pondok Cabe Utara dan Selatan. Di tempat saya tinggal sekarang begitu juga, dulu kelurahan Sukabumi Udik sekarang udiknya diganti selatan, Sukabumi Ilir diganti jadi Sukabumi Utara. Padahal orang pulang kampung justru tetap dipake kata 'mudik' bukan 'mengutara'. Sedangkan orang mondar-mandir tetap dibilang ilir-mudik (hilir-mudik).

Yah begitulah bahase, gimane enaknye aje.
Kadang ada yang tanya: "Ust, lebaran ini mudik apa enggak?".
Saya jawab: "Mudik dong, ke Pondok Pinang".
"Ini emang bener-bener mudik karena dari rumah saya ke Pondok Pinang itu ke arah selatan."

[Sumber: Ahmad Yani, penulis Buku Islam dan Trainer Manajemen Masjid]

Diambil (isi 100%) dari status FB Novy Rostiyan


_________________________________



Postingan "Bagaimana Seharusnya Memaknai Idul Fitri?" ini saya ambil dari artikel berikut ini:

Oleh: Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat Hafizhahullaah

Pada setiap kali menjelang Idul Fithri seperti sekarang ini, atau tepat pada hari rayanya, seringkali kita mendengar dari para Khatib (penceramah/muballigh) di mimbar menerangkan, bahwa Idul Fithri itu maknanya -menurut persangkaan mereka- ialah “Kembali kepada Fitrah”, Yakni : Kita kembali kepada fitrah kita semula (suci) disebabkan telah terhapusnya dosa-dosa kita.

Penjelasan mereka di atas, adalah batil baik ditinjau dari jurusan lughoh/bahasa ataupun Syara’/Agama. Kesalahan mana dapat kami maklumi -meskipun umat tertipu- karena memang para khatib tersebut (tidak semuanya) tidak punya bagian sama sekali dalam bahasan-bahasan ilmiyah. Oleh karena itu wajiblah bagi kami untuk menjelaskan yang haq dan yang haq itulah yang wajib dituruti Insya Allahu Ta’ala.

Kami berkata :

Pertama
“Adapun kesalahan mereka menurut lughoh/bahasa, ialah bahwa lafadz Fithru/ Ifthaar” artinya menurut bahasa : Berbuka (yakni berbuka puasa jika terkait dengan puasa). Jadi Idul Fithri artinya “Hari Raya berbuka Puasa”. Yakni kita kembali berbuka (tidak puasa lagi) setelah selama sebulan kita berpuasa. Sedangkan “Fitrah” tulisannya sebagai berikut [Fa-Tha-Ra-] dan [Ta marbuthoh] bukan [Fa-Tha-Ra]“.

Kedua
“Adapun kesalahan mereka menurut Syara’ telah datang hadits yang menerangkan bahwa “Idul Fithri” itu ialah “Hari Raya Kita Kembali Berbuka Puasa”.
“Artinya :Dari Abi Hurairah (ia berkata) : Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ
“Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (Idul) Adlha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan kurban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan”.
[Hadits Shahih. Dikeluarkan oleh Imam-imam : Tirmidzi No. 693, Abu Dawud No. 2324, Ibnu Majah No. 1660, Ad-Daruquthni 2/163-164 dan Baihaqy 4/252 dengan beberapa jalan dari Abi Hurarirah sebagaimana telah saya terangkan semua sanadnya di kitab saya "Riyadlul Jannah" No. 721. Dan lafadz ini dari riwayat Imam Tirmidzi]

Dan dalam salah satu lafadz Imam Daruquthni :
“Artinya : Puasa kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berpuasa, dan (Idul) Fithri kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka”.
Dan dalam lafadz Imam Ibnu Majah :
“Artinya : (Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan (Idul) Adlha pada hari kamu menyembelih hewan”.
Dan dalam lafadz Imam Abu Dawud:
“Artinya : Dan (Idul) Fithri kamu itu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka, sedangkan (Idul) Adlha ialah pada hari kamu (semuanya) menyembelih hewan”.

Hadits di atas dengan beberapa lafadznya tegas-tegas menyatakan bahwa Idul Fithri ialah hari raya kita kembali berbuka puasa (tidak berpuasa lagi setelah selama sebulan berpuasa). Oleh karena itu disunatkan makan terlebih dahulu pada pagi harinya, sebelum kita pergi ke tanah lapang untuk mendirikan shalat I’ed. Supaya umat mengetahui bahwa Ramadhan telah selesai dan hari ini adalah hari kita berbuka bersama-sama. Itulah arti Idul Fithri artinya ! Demikian pemahaman dan keterangan ahli-ahli ilmu dan tidak ada khilaf diantara mereka.

Bukan artinya bukan “kembali kepada fithrah”, karena kalau demikian niscaya terjemahan hadits menjadi : “Al-Fithru/suci itu ialah pada hari kamu bersuci”. Tidak ada yang menterjemahkan dan memahami demikian kecuali orang-orang yang benar-benar jahil tentang dalil-dalil Sunnah dan lughoh/bahasa.

Adapun makna sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa puasa itu ialah pada hari kamu semuanya berpuasa, demikian juga Idul Fithri dan Adl-ha, maksudnya : Waktu puasa kamu, Idul Fithri dan Idul Adha bersama-sama kaum muslimin (berjama’ah), tidak sendiri-sendiri atau berkelompok-kelompok sehingga berpecah belah sesama kaum muslimin seperti kejadian pada tahun ini (1412H/1992M).

Imam Tirmidzi mengatakan -dalam menafsirkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas- sebagian ahli ilmu telah menafsirkan hadits ini yang maknanya :
“Artinya : Bahwa shaum/puasa dan (Idul) Fithri itu bersama jama’ah dan bersama-sama orang banyak”.
Semoga kaum muslimin kembali bersatu menjadi satu shaf yang kuat berjalan di atas manhaj dan aqidah Salafush Shalih. Amin!

[Disalin dari kitab Al-Masaa-il (Masalah-Masalah Agama)- Jilid ke satu, Penulis Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, Terbitan Darul Qolam - Jakarta, Cetakan ke III Th 1423/2002M; dari almanhaj]

Kesimpulan saya:
Jadi, kesimpulannya adalah bahwa Idul Fithri itu memiliki arti harfiah "Kembali Berbuka" yang artinya kita kembali diperbolehkan makan/berbuka di siang hari di bulan Syawal setelah selama sebulan penuh menahan haus dan lapar di Bulan Ramadhan. Sedangkan pendapat sebagian orang yang mengatakan bahwa Idul Fithri adalah "Kembali Suci" bisa dikatakan salah besar, baik dari segi bahasa atau dari segi syara'. Karena jika setiap manusia kembali suci (tanpa dosa) hanya karena sebulan penuh berpuasa, maka tentu sangat beruntung orang-orang yang memiliki dosa besar, tanpa bertaubat mereka sudah 'suci' dari dosa seperti bayi yang baru dilahirkan -_- cape deeeh.

Semoga tulisan di atas dapat memberikan pencerahan bagi kita semua tentang bagaimana seharusnya kita memaknai Idul Fithri.
Anyway, Selamat Hari Raya Idul Fithri. Taqoballahu minna wa minkum... Shiyamana wa shiyamakum...

_________________________________

July 31, 2013

Justice for the 96 Banner at GBK
20 Juli 2013 mungkin menjadi hari yang tak akan pernah dilupakan bagi para Kopites (julukan bagi fans Liverpool FC) di Indonesia. Ya, pada hari itu, klub juara 18x Liga Inggris dan 5x Liga Champions tersebut berkunjung ke Indonesia, tepatnya ke Jakarta, dalam rangkaian Tour Asia mereka di tahun 2013 ini. Selain ke Jakarta, klub yang bermarkas di Anfield tersebut juga melanjutkan Tour nya ke Melbourne (24 Juli) dan ke Bangkok (28 Juli). Dibandingkan dengan tour kedua kota selainnya, Jakarta menjadi kota yang paling lama disinggahi oleh skuad dan staff LFC. Yup, LFC berada di Jakarta selama 5 hari sejak Rabu, 17 Juli 2013, dan bertolak ke Melbourne pada 21 Juli 2013. Salah satu hal yang menarik adalah kenyataan bahwa LFC datang tanpa promotor, melainkan dengan inisiatif sendiri untuk menghibur fans mereka di Indonesia, yang menurut beberapa sumber merupakan basis fans LFC terbesar di dunia. Ya, seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya di postingan terdahulu Menanti GBK Rasa Anfield bahwa LFC memutuskan langsung bertemu dengan PSSI untuk meyakinkan diri bahwa mereka benar-benar ingin bertanding dengan Timnas Indonesia. Alhasil, Liverpool datang ke Indonesia tanpa promotor. Semua ini atas kerjasama beberapa pihak seperti BIGREDS, Mas Andhika Suksmana, serta dari pihak Liverpool sendiri yang beberapa bulan sebelum pertandingan rutin berkunjung ke Indonesia, seperti sang LFC Ambassador, Ian Rush dan Robbie Fowler. Kisah tentang suksesnya Liverpool datang ke Indonesia bisa dibaca di sini.

LFC disambut dengan meriah sejak hari kedatangan mereka di Bandara Halim Perdana Kusuma pada 17 Juli. Kurang lebih sekitar 2.500 fans Liverpool memerahkan Halim di hari itu, untuk menyambut klub kesayangan mereka. Some of them call this as the dream comes true. Jersey Home terbaru LFC menjadi yang paling banyak digunakan oleh mereka, lengkap dengan atribut seperti syal/scarf. Beberapa dari mereka juga membawa spanduk/banner bertuliskan Welcome to Indonesia, LFC! serta tulisan lain yang isinya memberikan dukungan terhadap klub. Bahkan beberapa dari mereka ada yang membawa banner yang isinya ditujukan kepada beberapa pemain agar tetap tinggal di LFC.

Ribuan Kopites Memadati Halim PK
RedSector2 at Halim
Saya sendiri tiba di Halim pukul 12.00 WIB, padahal pesawat dijadwalkan tiba pukul 13.30 WIB. Setelah melaukan sholat dzuhur bersama karyawan bandara dan sebagian Kopites, saya menuju ke depan lobby bandara. Di sana telah berkumpul ribuan fans The Reds sambil menyanyikan yel-yel LFC seperti Fields of Anfield Road dan You'll Never Walk Alone. Sambil menunggu kedatangan pesawat, mereka bernyanyi dengan tiada henti, penuh semangat serta kecintaan kepada klub. Terlihat juga beberapa wartawan dari berbagai media meliput suasana langka ini sambil mewawancara beberapa fans Liverpool. Saya sendiri tidak lupa untuk mengabadikan momen berharga ini dengan camdig yang saya pinjam dari teman saya sehari sebelumnya.

Amazing LFC Banner at Halim
Chanting at GBK
Tidak lama kemudian, kurang lebih pukul 13.45 pesawat pun tiba. Saya tidak bisa melihat ketika pemain turun dari pesawat. Kemudian, pemain menaiki bus dan bus beriringan melewati lautan merah. Hampir semua fans LFC yang hadir mengabadikan momen ini dengan kamera masing-masing. Steven Gerrard adalah pemain yang paling favorit untuk disorot. Setelah dari bandara, para pemain kemudian menuju Hotel Mulia di Senayan.

Captain Fantastic's Smile
Di hari matchday, saya pergi ke GBK bersama rombongan Kopites Uhamka. Sambil hujan-hujanan kami tetap semangat untuk datang ke GBK. Sesampainya di sana, kami membeli beberapa makanan untuk berbuka puasa. Seumur hidup saya, belum pernah sebelumnya mengantri seperti saat mengantri untuk masuk ke stadion pada sore hari itu. Rasanya seperti mengantri untuk mendapatkan BLT, haha.

Kop Outside GBK
Second Home
Not Ordinary Wools!
Kami duduk di sektor 8, tepatnya di belakang gawang. Meskipun saya sudah 3 kali ke GBK, namun kali ini adalah yang paling istimewa dan terasa berbeda. Belum juga pertandingan dimulai, ribuan Kopites yang hadir di stadion menyanyikan chants-chants LFC dengan semangat. Puluhan banner dipasang di seluruh sudut stadion memeriahkan suasana malam itu. Malam itu, serasa GBK berubah menjadi Anfield!

Iron Lady Banner at GBK
God says, "No One!"
JFT96 Mosaic at GBK
Selama pertandingan, tak henti-hentinya 82.143 fans LFC yang memadati stadion GBK menyanyikan chants LFC. Apalagi ketika sang Captain Fantastic, Seteven Gerrard, membawa bola, seluruh Kop Ladies berteriak sumringah. Tak lupa juga mereka memberikan dukungan terhadap Timnas, dengan meneriakkan Indonesia, Indonesia. Beberapa bendera juga terlihat dikibarkan oleh beberapa fans, baik itu bendera LFC maupun bendera Indonesia. Red flare dan smokebomb juga tak jarang dinyalakan fans menambah semarak atmosfer pertandingan di round the fields of GBK.

BIGREDS at GBK
Flare's everwhere!
So many pyros...
Meskipun hasil akhir 2-0 ntuk kemenangan LFC (goal dicetak Coutinho dan Raheem Sterling), tetapi hari itu seluruh Kopites merasa puas telah melihat tim kesayangan mereka secara langsung untuk pertama kalinya, bukan hanya di layar kaca lagi. Apalagi mereka meyaksikannya di negeri mereka sendiri, tepatnya di Round the Fields of GBK. We're Not Ordinary Wools!

This is Liverpool FC. The fans love the club and the club loves the fans.
LFC Squad at GBK
Kolo about Indonesian Reds
Come Back Next Time, LFC!
Beberapa video yang saya rekam sendiri ketika pertandingan berlangsung: "YNWA Sung at GBK" dan "Liverpool's Song at GBK." Other videos will be uploaded soon.

_____________________________________
Baca juga:
- Brief History of "You'll Never Walk Alone"
- Sejarah Panas "North West Derby"

July 29, 2013

Setelah sebelumnya saya membuat postingan tentang Cara Efektif dan Mudah Membuat Daftar Isi. Maka dalam postingan ini saya akan memberi tips bagaimana cara membuat orientasi layout berbeda (portrait & landscape) dalam satu file di Ms.Word. Postingan ini dibuat berdasarkan request dari teman saya. Biasanya kita membutuhkan layout yang berbeda saat kita ingin membuat tabel yang lebarnya melebihi kertas jika disetting dalam layout portrait, untuk membuatnya fit dengan kertas maka kita harus mengubah layout menjadi landscape, namun hanya untuk halaman yang ada tabelnya saja. Sebetulnya hal ini sangat simple dan mudah, akan tetapi banyak sebagian dari kita yang belum mengetahuinya. 

Oke langsung saja, kita anggap orintasi normal default yang kita pakai adalah portrait:
  1. Arahkan kursor di awal halaman yang ingin kita ubah menjadi landscape. Lalu klik menu Page Layout, klik tanda panah kecil di bagian paling bawah kanan menu Page Layout. [Lihat Gambar 1]
  2. Gambar 1
  3. Lalu, pilih orientasi Landscape, dan pada kolom Apply to: pilih Selected Sections. [Lihat Gambar 2]
    Gambar 2
  4. Dan kamu bisa lihat hasilnya seperti yang ada pada Gambar 3.
    Gambar 3
  5. Namun belum selesai sampai disitu, jika halaman yang kamu ubah menjadi landscape tersebut bukanlah halaman terakhir, maka halaman setelah halaman yang kamu ubah menjadi landscape tersebut akan ikut berubah menjadi landscape juga. Seperti di Gambar 4.
    Gambar 4
  6. Untuk mengubahnya, arahkan kursor di awal halaman yang kamu ingin ubah ke default (portrait) tersebut, pilih menu Page Layout, kemudian pilih orientasi portrait,  dan pada kolom Apply to: pilih This Point Forward. [Lihat Gambar 5]
    Gambar 5
  7. Terakhir, kamu bisa lihat hasilnya seperti di Gambar 6. Dengan begitu, halaman yang terdapat tabel telah berhasil diubah orientasinya menjadi landscape, tanpa mengubah orientasi layout halaman di sebelumnya dan di sesudahnya (tetap portrait).
    Gambar 6
Semoga bermanfaat. If there's any question, please leave a coment below.
Source: Pengalaman pribadi.

_____________________________________ 
Baca juga:
- Membuat Halaman Berbeda Posisi Dalam Satu File

Go to LFC Indonesia website Go to Liverpool FC website